Home » » Bolehkah Menikahi Gadis di Bawah Umur?

Bolehkah Menikahi Gadis di Bawah Umur?

menikah dibawah umur
Bolehkah Menikahi Gadis di Bawah Umur?
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du,
Menikah dengan wanita di bawah umur kembali mencuat setelah dunia berita disibukkan dengan pernikahan bupati Garut. Meskipun sejatinya, pernikahan siri pak bupati, bukan termasuk pernikahan di bawah umur.

Berikut beberapa catatan terkait menikahi wanita di bawah umur,
Pertama, mayoritas ulama berpendapat, menikahi wanita di bawah umur hukumnya boleh. Bahkan ada ulama yang mengatakan bahwa semua ulama sepakat tentang bolehnya menikah dengan wanita di bawah umur. Diantara dalil yang menunjukkan hal ini adalah

1. Allah berfriman di surat Ath-Thalaq, ketika menjelaskan rincian masa iddah bagi wanita yang ditalak:
وَاللَّائِي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلاثَةُ أَشْهُرٍ وَاللَّائِي لَمْ يَحِضْنَ
“Para wanita yang sudah tidak lagi haid (menapaus) diantara istri kalian, jika kalian ragu (tentang masa iddahnya) maka masa iddahnya adalah 3 bulan. Demikian pula para wanita yang belum mengalami haid.” (QS. At-Thalaq: 4)

Pada ayat di atas, Allah menjelaskan masa iddah wanita yang belum mengalami haid, yaitu selama 3 bulan. Sementara tidak mungkin wanita menjalani masa iddah sebelum dia menikah. Ini merupakan dalil yang sangat tegas, yang menunjukkan bolehnya menikahi wanita yang belum baligh.

Al-Baghawi mengatakan,
وَاللائِي لَمْ يَحِضْنَ  يعني : الصغار اللائي لم يحضن ، فعدتهن أيضاً : ثلاثة أشهر .
“para wanita yang belum mengalami haid” maknanya adalah gadis kecil yang belum mengalami haid (belum baligh). Masa iddahnya (jika dia dicerai) juga tiga bulan.” (Tafsir al-Baghawi, 8:152).

2. Hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi Aisyah ketika beliau berusia 6 tahun. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kumpul dengan Aisyah, ketika beliau berusia 9 tahun. Dan Aisyah tinggal bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selama 9 tahun. (HR.Bukhari 4840 dan Muslim 1422)

3. Keterangan ijma (kesepakatan) ulama
Beberapa ulama bahkan menegaskan bahwa menikahi wanita di bawah umur hukumnya boleh. Berikut keterangan Ibnu Hajar,

والبكر الصغيرة يزوِّجها أبوها اتفاقاً ، إلا من شذ
“Gadis kecil, dinikahkan oleh bapaknya dengan sepakat ulama. Tidak ada yang menyelisihi, kecuali pendapat yang asing.” (Fathul Bari, 9:239).

Meskipun ada juga ulama yang berpendapat, ayah tidak boleh menikahkan putrinya yang masih kecil, kecuali setelah baligh dan dia bersedia. Diantara ulama yang berpendapat demikian adalah Ibnu Syubrumah. Ibnu hazm menikil keterangan Ibnu Syubrumah, yang mengatakan,

لا يجوز انكاح الاب ابنته الصغيرة الا حتى تبلغ وتأذن
“Tidak boleh seorang ayah menikahkan putrinya yang masih kecil, sampai dia baligh dan dia bersedia.” (al-Muhalla, 9:459).

Hanya saja, perlu kita catat tebal bahwa Ibnu Syubrumah tidak melarang pernikahan di bawah umur, namun yang beliau anggap tidak boleh adalah sikap seorang bapak yang memaksa anaknya di bawah umur untuk menikah tanpa seizin putrinya. Allahu a’lam.

Kedua, Beda menikah dengan hubungan badan
Bagian ini penting untuk kita ingat, karena bolehnya menikah di bawah umur tidak sama dengan bolehnya melakukan hubungan badan dengan gadis di bawah umur. Karena tidak semua pernikahan, harus disambung dengan hubungan badan. Untuk itulah, kita mengenal dalam kajian fiqih keluarga, ada istilah, wanita yang dicerai sebelum berhubungan, di mana dia berhak mendapatkan setengah mahar, jika mahar tersebut sudah disebutkan ketika akad nikah.

Hal yang sama juga berlaku untuk pernikahan di bawah umur. Gadis kecil yang dinikahi, tidak langsung diberikan kepada sang suami, sampai dia mampu untuk melakukan hubungan badan.

An-Nawawi mengatakan,
قال مالك والشافعي وأبو حنيفة : حدُّ ذلك أن تطيق الجماع ، ويختلف ذلك باختلافهن ، ولا يضبط بسنٍّ ، وهذا هو الصحيح ، وليس في حديث عائشة تحديد ، ولا المنع من ذلك فيمن أطاقته قبل تسع ، ولا الإذن فيمن لم تطقه وقد بلغت تسعاً ،
“Imam Malik, Imam Syafii, dan Imam Abu Hanifah berpendapat, batasan bolehnya berhubungan badan dengan istri di bawah umur adalah apabila dia sudah mampu hubungan badan. Dan itu berbeda-beda antara satu wanita dengan yang lainnya. Tidak bisa dibatasi berdasarkan usia. Inilah pendapat yang benar. Sementara dalam hadis aisyah tidaklah menunjukkan batasan usia. Juga tidak dilarang untuk melakukan hubungan, bagi wanita yang sudah mampu sebelum usia 9 tahun. Demikian pula, tidak ada izin untuk melakukan hubungan dengan istri di bawah umur, meskipun dia sudah mencapai 9 tahun.” (Syarhul Muslim, 9:206).

Selanjutnya, an-Nawawi menyebutkan keterangan ad-Dawudi tentang keistimewaan Aisyah,
وكانت عائشة قد شبَّت شباباً حسناً رضي الله عنها
Aisyah tumbuh menjadi gadis yang sangat indah (badannya subur), radhiyallahu ‘anha.

Ketiga, antara izin syariah dan aturan negara
Pemerintah indonesia membuat aturan, tidak boleh menikahi wanita di bawah 17 tahun. Kita sangat yakin bahwa peraturan ini dibuat dalam rangka mewujudkan kemaslahatan bagi masyarakat, terutama kaum wanita. Sebagai rakyat yang baik, kita perlu memperhatikan aturan ini.

Barangkali ada yang bertanya, bukankah aturan ini bertentangan dengan syariat yang membolehkan nikah dengan wanita di bawah usia?

Jika Anda perhatikan dengan baik, aturan ini tidaklah bertentangan dengan syariat, dengan alasan,

Syariat hanya menghukumi boleh menikah dengan wanita di bawah umur. Dan hukum boleh bukan berarti wajib. Tidak ada aturan Syariat yang memerintahkan kita untuk menikahi wanita di bawah umur. Sementara hal mubah secara syariat, bisa jadi dilarang karena sebab tertentu. Misalnya, mewujudkan kemaslahatan di masyarakat.

Banyak ulama menegaskan, tidak boleh melakukan hubungan dengan wanita di bawah umur, yang belum mampu melakukan hubungan badan. Dengan memperhatikan kondisi fisik masyarakat Indonesia, yang umumnya ras mongoloid, dan sangat berbeda dengan bangsa kaukasoid di Timur Tengah, bisa jadi aturan pemerintah di atas layak dipertimbangkan.

Dalam beberapa kasus, pengadilan agama terkadang mengabulkan pengajuan menikahi wanita usia dini, karena pertimbangan yang lain. Ini menunjukkan bahwa aturan itu tidak mengikat sepenuhnya, tapi dibuat dalam rangka mewujudkan kemaslahatan bagi rakyat.

Ringkasnya, ketika seseorang hendak menikahi seorang wanita di bawah umur, selayaknya tidak dilakukan di bawah tangan, namun melalui izin pengadilan agama. Karena sesungguhnya menikah bertujuan mewujudkan kebahagiaan bersama dan bukan kesenangan sepihak.

Allahu a’lam
Sumber: www.konsultasisyariah.com

42 komentar:

  1. trimakasih ilmunya sobat..
    wah udah lama ga kesini ada sesuatu yang beda nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2, terima kasih sdh mampir
      yg beda itu templatenya, templatenya sedang di utak atik ni jd blogwalking jg tertunda... :)

      Hapus
  2. ternyata ulama membolehkan ya, kalau bapak bupati itu sih sepertinya wanitanya sudah dewasa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ulama emank membolehkan.
      iya benar banget bhw yg dinikahi bupati garut itu emank sdh dewasa :)

      Hapus
  3. kalo menurut islam gk boleh ya kang

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh sob!, gk konsen ni baca artikelnya.. :)

      Hapus
  4. katanya dr pesantren, kok mau nikah siri??
    bkn maksud membela siapa", cuma saya sendiri sgb wanita patut waspada :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. gk semua keluaran dr pasantren itu sholeh lho..., buktinya si Aceng (bupati garut) sendiri :D

      silahkan membela gk masalah kuk, cz emank pantas tuk dibela!

      Hapus
    2. setuju nggak smw dari pesntresn sholeh n sholehah. Lha buktinya ada kok temenku yg nggak pake jilbab keluar dari pesantren alias tmbah parah eh.. kok hehe..

      SEbenarnya msalah nikah dibawah umur emang Islam sudah mngaturnya dgn sangat indah, saya setuju dgn diatas krna memng tidak bisa diganggu gugat. tergantung dari cara pikirnya klo dia sudah baliqh dan mampu resiko mereka bukan.

      Klo skrang pakai bawa2 nama pengikut rosul yg menikahi aisyah tpi salah KAPRAH. Intinya setujulah sama postingan diatas. Tokh temen2ku yg dipaksa nikah dibawah umur ada juga. kasian tpi mereka skrang ngejalani apa adanya wlapun banyak penyesalan.

      Hapus
    3. klo main paksa itu yg salah, hrs ada kerelaan dr kedua mempelai dan islam emank mengharuskan hal yg demikian.... :D

      Hapus
    4. Iya klo paksa emang salah, itu hanya contoh kebanyakan dari zaman skrang yg nikah dibawah umur kebanyakan paksaan ortu. kadang karna harta tau karna MBA ehhee. :P
      Udah saya jwab yg tentara itu cuma ada di mimpi

      Hapus
  5. kalo nikah dibawah umur, rosulullah sudah mencontohkannya saat menikahi siti aisyah.

    BalasHapus
  6. ahh, mendingan nikahin temen sekelas, jadi udah tau luar dalam. setelannya juga udah pas, hehe..

    btw, ini pengetahuan banget, juga ternyata peran pemerintah tak terpisahkan dalam penetapan sebagian dari hukum agama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jgn main dalam2 deh :)

      iya benar pak emank keterkaitan pemerintah sangat berperan dlm sebagian hukum2 islam...

      Hapus
  7. Zaman rosul dan sekarang beda jauh ya sob situasi dan kondisinya, prinsipnya peraturan pemerintah akhirnya mungkin bisa wajib hukumnya demi kebaikan penduduknya, wallahu'alam

    BalasHapus
    Balasan
    1. dr sisi hukum tetap berlaku walaupun zaman dah beda... :)

      Hapus
  8. pernikahan gadis (juga)lelaki yang belum dewasa sebagaimana, akan ada banyak hal yang harus mereka sesuaikan antara tanggung jawab dengan kondisi perkembangan emosional masing-masing individu. Dan bisa jadi akan menambah beban dan tanggung jawab. Maka urusan nikah, Rasululloh SAW adalah teladan yang luar biasa, karena membangun keluarga bukan karena menuruti hawa nafsu, tetapi semua didasarkan untuk mencari ridho Alloh, sarana dakwah dan kemaslahatan umat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar banget pak!, pernikahan dibawah umur khususx tuk masing mempelai yg dibawah umur emank tdk mudah butuh persiapan yg matang. :)

      Hapus
  9. 'gadis di bawah umur' ini sangat debatable banget sih ya.. bagi orang kota, anak gadis 14 tahun itu masih muda, di bawah umur banget.. tapi coba deh ke kampung2, anak gadis 14 tahun, asalkan sudah baligh, sudah menstruasi, udah pada nikah.. jadi masih muda rata-rata udah pada punya anak..

    lebih efektif dalam mencegah zina :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar banget!, pola pikir masyarakat indinesia kebnyakan terwarnai oleh barat hingga jdx demikian, :)

      Hapus
  10. hmmm..

    kalo yang dibawah umur saja boleh dinikahi, berarti 17 tahun ke atas sudah tentu menjadi sangat boleh..

    betul sekali, hanya saja kita berbenturan dengan budaya yang berlaku..
    well, "tahan" sedikit pun tidak mengapa : jika tidak mampu menahan nafsu, maka ia sebaiknya berpuasa.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. jgn selalu nunduk dgn budaya, justru Budaya lah yg hrs/wajib nunduk ke syariat.. :)

      Hapus
  11. kalau hukum agama saya belum terlalu fasih, tapi bukannya menurut agama umur wanita sekurang-kurangnya 17 tahun dan laki-laki 19 tahun. Tapi alangkah lebih baik jika kedua belah pihak lebih siap mengurus keluarga sehingga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, wa rohmah,

    Jika sobat berkenan, mohon bantuannya dengan memberikan KLIK G+ pada artikel terbaru saya yang berjudul "TANA TORAJA, THE LAND OF HEAVENLY KINGS" dalam blog saya. Terima Kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pernikahan dibawah umut itu tdklah mudah apalgi kedua2x masih dibawah umur.., emank butuh persiapan yg sangat matang, yg sy liat disini (Makassar) khususx anak2 pasantren rata2 kelas 2/3 SMP sdh dinikahi tp tentu dgn gemblengan agama yg kuat :)

      Hapus
  12. tarolah begitu, tapi emangnya tega meniduri anak kecil yang seumuran dengan gadis kecil putri kita yang dirumah?..bulunya azh mungkin belum numbuh bray...heheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. mf, Bapak tidak fokus membaca artikel diatas :)

      Hapus
  13. info yang sangat berguna kawan

    BalasHapus
  14. salam kenal, & izin nyimak artikel bermanfaat di sini

    BalasHapus
  15. menikahi gadis dibawah umur memang diperbolehkan dan islam tidak melarang itu,namun sebaiknya jika kita bisa memilih pilihlah jalan yang terbaik.
    menikahi gadis dibawah umur kenapa tidak,jika itu sudah menjadi jodoh kita....:) namun sebelumnya kita mesti merujuk pada yang pada pengadilan agama

    BalasHapus
  16. Wah Mas..., artikel nya keren..., meski ane kurang faham...!

    Karena gak mau berpolemik tentang bagaimana Ayat Suci Al-Quran, takut salah ngomong malah dosa jadinya nanti ..,

    Salam Sukses Dan Sejahtera Buat Sekeluarga nya Mas...!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam Sukses Dan Sejahtera juga Buat Mas Sekeluarga...!

      apakah setiap org yg ngomong Qur'an lalu dikata sdng berpolemik??? :)

      pembahasan diatas sdh sangat jelas bahwa bolehnya menikahi wanita dibawah umur cz emank al Qur'an dan Hadits serta dukungan para ulama menyetujui hal trsbut, jd disini tdk ada yg berpolemik! :D

      Hapus
  17. wa baru dapat sumbernya nihh,, lengkap lagiii. Buat nambah ilmu bigi kita kita nih cowok heheheh..

    oh ya pertanyaan sobat di blog saya banyak kk tutornya,, di Googling aja sob..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya aq sdh cari tp tdk ada yg pas.., bahkan pembuat Css-nya sendiri sdh aq tanya da kasi scrip tp tetap sj gk bisa, jd solusinya saya minta langsung dr sobat cz sdh terbukti :D

      Hapus
  18. kunjungan siang mas, sebelumnya salam kenal ya :)

    BalasHapus
  19. wah, saya belum kepikiran untuk menikah --"

    BalasHapus
  20. walau dibolehkan, masih relatif dilihat dari pribadi masing-masing, maksudnya jangan selalu mencari enaknya dengan aturan yang ada..perlu kebijakan dan kedewasaan berpikir...tidak semua (walau boleh) bisa diikuti.....disesuaikan dengan "pakaian ilmu/pemahaman " masing -masing.

    BalasHapus
  21. mohon do'anya supaya saya dimudahkan dalam hal jodoh ya kakak dan kawan2, dan semoga kalian pun dipermudahkan #aamiin

    BalasHapus